PENGERTIAN
Memberikan perawatan tali pusat pada bayi dimulai hari 1 kelahiran sampai dengan tali pusat lepas.
TUJUAN
Mencegah terjadinya infeksi
KEBIJAKAN
Mulai dilakukan pada bayi baru lahir sampai dengan tali pusat lepas
PETUGAS
Perawat
PERALATAN
Kassa steril dalam tempatnya
Alkohol 70% pada tempatnya
Bengkok 1 buah
Perlak dan pengalas
PROSEDUR PELAKSANAAN
Tahap Pra Interaksi
- Mengecek program terapi
- Mencuci tangan
- Menyiapkan alat
- Tahap Orientasi
- Memberikan salam kepada pasien dan sapa nama pasien
- Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
- Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
PELITA HIDUP
Me With HITZ My I-Pop Idol
With Ferdinand HITZ
Mengenai Saya
- Lee An
- Makassar, South Sulawesi, Indonesia
- 1. Nurse 2. Lecturer 3. Like all about South Korea 4. Want to visit South Korea (Seoul n Jeju Island) 5. Fan of Leeteuk n Siwon Super Junior ^_^
New Couple ^_^
My Idol
:-*
Imut ^_^
Amin Siwon Oppa
Our Partners
Annyeong...!!!
Welcome to my blog...!!!
Semoga bermanfaat...!!!
Welcome to my blog...!!!
Semoga bermanfaat...!!!
Buat K-Lovers, silahkan like Page FB: http://www.facebook.com/pages/K-Lovers-Mksr-Community/148091115309534?ref=tn_tnmn
Kita bakalan share info2 terbaru seputar Film, Drama & Music Korea ^_^
Gamsahamnida...
Gamsahamnida...
Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Maternitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Maternitas. Tampilkan semua postingan
Rabu, 23 November 2011
SOP VULVA HYGIENE
Author :
Lee An
PENGERTIAN
Memberikan tindakan pada vulva untuk menjaga kebersihannya
TUJUAN
1. Untuk mencegah terjadinya infeksi di daerah vulva, perineum maupun uterus
2. Untuk penyembuhan luka perineum/jahitan pada perineum
3. Untuk kebersihan perineum dan vulva
4. Memberikan rasa nyaman pasien
KEBIJAKAN
Dilakukan pada ibu setelah melahirkan
PETUGAS: Perawat
Memberikan tindakan pada vulva untuk menjaga kebersihannya
TUJUAN
1. Untuk mencegah terjadinya infeksi di daerah vulva, perineum maupun uterus
2. Untuk penyembuhan luka perineum/jahitan pada perineum
3. Untuk kebersihan perineum dan vulva
4. Memberikan rasa nyaman pasien
KEBIJAKAN
Dilakukan pada ibu setelah melahirkan
PETUGAS: Perawat
Kamis, 03 November 2011
BAYI BARU LAHIR
Author :
Lee An

ADAPTASI NEONATAL
Pengertian : proses penyesuaian fungsional neonatus dari kehidupan di dalam uterus ke kehidupan di luar uterus.
Kemampuan adaptasi fisiologis ini disebut juga homeostasis.
Bila terdapat gangguan adaptasi : bayi akan sakit.
Homeostasis
1. kemampuan mempertahankan fungsi-fungsi vital
2. bersifat dinamis
3. dipengaruhi tahap tumbuh kembang, termasuk masa pertumbuhan dan perkembangan intrauterin.
Pada bayi kurang bulan, terdapat berbagai gangguan mekanisme adaptasi.
Adaptasi segera : fungsi-fungsi vital (sirkulasi, respirasi, susunan saraf pusat, pencernaan dan metabolisme).
Homeostasis neonatus ditentukan oleh keseimbangan antara maturitas dan status gizi.
KONSEP DASAR POST PARTUM
Author :
Lee An
PENGERTIAN
Nifas adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil yang lamanya ± 6-8 minggu (Rustam)
Nifas adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya ± 6 minggu (Depkes RI)
PERIODE NIFAS
Immediate Puerperium
Terjadi segera setelah persalinan s/d 24 jam sesudah persalinan (0-24 jam sesudah partus)
Early Puerperium
Terjadi pada permulaan puerperium waktu 1 hari sesudah partus s/d 7 hari (1 mg pertama)
Late Puerperium
Waktu 1 mg sesudah melahirkan s/d 6 mg
PERUBAHAN FISIOLOGIS
Genitalian Interna & Eksterna
TFU Setinggi pusat stlh janin dilahirkan
TFU 2 jari bawa pusat stlh plasenta lahir
TFU setinggi antara sympisis-pusat, 5 hari postpartum
Berat uterus setelah bayi lahir ± 1000 grm, 500 grm pd 1 mg post partum, 300 grm pd 2 mg postpartum, 40-60 grm pd 6 mg postpartum
Endomentrium timbul trombosis, nekrosis ditempat inplantasi plasenta.
PERUBAHAN FISIOLOGIS (Lanjutan..)
Lochia
Lochia Rubra
Hr 1-2,warna merah, berisi lapisan drsidua, sisa vernix, casiosa, lanugo dan meconium.
Lochia Sanguilenta
Hr 3-7,warna coklat, berisi sedikit darah bercampur lendir
PERUBAHAN FISIOLOGIS (Lanjutan..)
Lochia Serosa
Hr 7-10, warna agak kekuningan, berisi lochia cair dan tidak berdarah
Lochia Alba
Hr 14 (2 mg stlh partus),warna kuning keputihan berisi selaput lendir
PERUBAHAN FISIOLOGIS (Lanjutan..)
Payudara
Masing-masing t.d 15-24 lobus, umumnya produksi ASI terjadi hr-2 atau ke-3 postpartum
Sistem Endokrin
Human Placenta Lactogen
Keadaan terendah pd 24 jam postpartum
Estrogen menurun hr ke-7
Progesteron menurun hr ke-7
FSH menurun har ke 10-12
PERUBAHAN FISIOLOGIS (Lanjutan..)
Sistem Kardiovaskuler
Perbahan volume darah, tergantung faktor perdarahan & mobilisasi eskresi cairan estravaskuler.
Kehilangan darah selama proses persalinan ± 300-400 cc.
Suhu tubuh meningkat 2 x lbh besar
Perubahan TV, suhu 24 jam pertama meningkat 38 C, bradikardi pada 6-8 jam postpartum.
PERUBAHAN FISIOLOGIS (Lanjutan..)
Sistem Urinaria
Fungsi renal kembali normal dalam beberapa bulan postpartum
Biasanya terjadi diaforesis hr 2-3 postpartum
Kontraksi vesika urinaria kembali ke keadaan semula 5-7 hari postpartum
PERUBAHAN FISIOLOGIS (Lanjutan..)
Sistem Gastrointestinal
Ibu merasa cepat lapar
Terjadi penurunan tonus otot dan mobilitas gastrointestinal
Pengosongan usus secara usus secara spontan biasanya terhambat 2-3 postpartum
PERUBAHAN FISIOLOGIS (Lanjutan..)
Sistem Muskuloskeletal
Stabilitas sendi secara sempurna pada minggu ke 6-8 postpartum
Sistem Integumen
Kloasma menghilang pada akhir kehamilan
Hiperpigmentasi areola & linea nigra tidak menghilang secara keseluruhan.
PERUBAHAN PSIKOLOGIS
Fase Taking-in (Fase mengambil)
Terjadi pada hr 1-2 postpartum
Tergantung pada orang lain
Adanya tuntutan kebutuhan makanan & tidur
Ibu masih mengenang saat partus
PERUBAHAN PSIKOLOGIS (Lanjutan ……..)
Fase Taking-hold (Fase memegang)
Terjadi hr 3-10 postpartum
Secara bertahap tenaga ibu mulai pulih & merasa nyaman
Ibu sudah mulai mandiri ttp masih memerlukan bantuan
Ibu mulai memperhatikan perawatan diri & keinginan untuk merawat bayi
PERUBAHAN PSIKOLOGIS (Lanjutan ……..)
Fase Letting-go (Fase bertindak)
Setelah 10 hari postpartum
Ibu mampu merawat diri sendiri
Sibuk dengan tanggung jawab
ADAPTASI PSIKOLOGIS AYAH
Respon ayah tergantung keterlibatan selama proses partus
Lelah & selalu ingin dekat dgn istri
Bila ada masalah bayi, ayah merupakan sumber informasi
Terjadi postpartum blues : masalah keuangan, tidak yakin/mampu srbagai orang tua, sulit beradaptasi.
TAHAP PERKEMBANGAN PERAN PADA POST PARTUM
Dependent Behavior
Memerlukan energi fisik untuk merawat bayi
Tugas rutin ditunda/serahkan orang lain
Gangguan rasa nyaman nyeri, akibat episiotomi, hemoroid, lecet pada putting susu.
TAHAP PERKEMBANGAN PERAN PADA POST PARTUM (Lanjutan..)
Independent Behavior
Mulai ada keinginan untuk merawat bayi
Mulai memperhatikan tugas lain seperti RT
Peran orang tua perlu dipelajari
TAHAP PERKEMBANGAN PERAN PADA POST PARTUM (Lanjutan..)
Interdependent Behavior
Interaksi antar anggota keluarga
Ayah bekerja, lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah
Ibu khusus merawat bayi & bekerja, hubungan menjadi renggang.
ADAPTASI SIBLING
Ajak saudara kandung untuk menjenguk di RS.
Ajak komunikasi
Waktu pulang ayah menggendong, ibu memegang peran dalam sibling
Sibling merawat boneka, ibu merawat bayi
Beri hadiah dari bayi untuk sibling
Anjurkan pengunjung untuk menegur
Jangan mengurangi waktu unt sibling
KEBUTUHAN IBU POST PARTUM DIHUBUNGKAN DENGAN ADAPTASI FISIOLOGIS & PSIKOLOGIS
Pencegahan infeksi
Kebersihan diri
Perawatan perianal
Eliminasi
Involusio
Perawatan luka jln lahir
Perawatan payudara
Makanan & minuman
Hubungan seksual
Emosi
KONSEP PERIODE INTRANATAL
Author :
Lee An
PERSALINAN / PARTUS
Pengertian
Adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup, dari dalam uterus melalui vagina atau jalan lain ke dunia luar.
Partus normal / partus biasa
Bayi lahir melalui vagina dengan letak belakang kepala / ubun-ubun kecil, tanpa memakai alat / pertolongan istimewa, serta tidak melukai ibu maupun bayi (kecuali episiotomi), berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam.
Partus abnormal
Bayi lahir melalui vagina dengan bantuan tindakan atau alat seperti versi / ekstraksi, cunam, vakum, dekapitasi, embriotomi dan sebagainya, atau lahir per abdominam dengan sectio cesarea.
SEBAB TERJADINYA PROSES PERSALINAN
Penurunan fungsi plasenta : kadar progesteron dan estrogen menurun mendadak, nutrisi janin dari plasenta berkurang.
Tekanan pada ganglion servikale dari pleksus Frankenhauser, menjadi stimulasi (pacemaker) bg kontraksi otot polos uterus.
Iskemia otot-otot uterus karena pengaruh hormonal dan beban, semakin merangsang terjadinya kontraksi.
Peningkatan beban / stress pada maternal maupun fetal dan peningkatan estrogen mengakibatkan peningkatan aktifitas kortison, prostaglandin, oksitosin, menjadi pencetus rangsangan untuk proses persalinan
PERSALINAN DITENTUKAN OLEH 3 FAKTOR "P" UTAMA
Power : His (kontraksi ritmis otot polos uterus), kekuatan mengejan ibu, keadaan kardiovaskular respirasi metabolik ibu.
Passage : Keadaan jalan lahir
Passanger : Keadaan janin (letak, presentasi, ukuran/berat janin, ada/tidak kelainan anatomik mayor)
(++ faktor2 "P" lainnya : psychology, physician, position) Dengan adanya keseimbangan / kesesuaian antara faktor-faktor "P" tersebut, persalinan normal diharapkan dapat berlangsung.
PEMBAGIAN FASE / KALA PERSALINAN
Kala 1 : Pematangan dan pembukaan serviks sampai lengkap (kala pembukaan)
Kala 2 : Pengeluaran bayi (kala pengeluaran)
Kala 3 :Pengeluaran plasenta (kala uri)
Kala 4 : Masa 1 jam setelah partus, terutama untuk observasi
HIS
His adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus uteri di mana tuba falopii memasuki dinding uterus, awal gelombang tersebut didapat dari ‘pacemaker’ yang terdapat di dinding uterus daerah tersebut.
Resultante efek gaya kontraksi tersebut dalam keadaan normal mengarah ke daerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis (jalan laihir) yang membuka, untuk mendorong isi uterus ke luar.
Terjadinya his, akibat :
1. kerja hormon oksitosin
2. regangan dinding uterus oleh isi
konsepsi 3
3. rangsangan terhadap pleksus saraf
Frankenhauser yang tertekan massa
konsepsi.
His yang baik dan ideal meliputi :
1. kontraksi simultan simetris di seluruh uterus
2. kekuatan terbesar (dominasi) di daerah fundus
3. terdapat periode relaksasi di antara dua periode kontraksi.
4. terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his
5. serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang mengandung serabut otot,akan tertarik ke atas oleh retraksi otot-otot korpus, kemudian terbuka secara pasif dan mendatar (cervical effacement). Ostium uteri eksternum dan internum pun akan terbuka.
Nyeri persalinan pada waktu his dipengaruhi berbagai faktor :
1. iskemia dinding korpus uteri yang menjadi stimulasi serabut saraf di pleksus hipogastrikus diteruskan ke sistem saraf pusat menjadi sensasi nyeri.
2. peregangan vagina, jaringan lunak dalam rongga panggul dan peritoneum, menjadi rangsang nyeri.
3. keadaan mental pasien (pasien bersalin sering ketakutan, cemas/ anxietas, atau eksitasi).
4. prostaglandin meningkat sebagai respons terhadap stress
Pengukuran kontraksi uterus
1. amplitudo : intensitas kontraksi
otot polos : bagian pertama peningkatan agak cepat, bagian kedua penurunan agak lambat.
2. frekuensi : jumlah his dalam waktu tertentu (biasanya per 10
menit).
3. satuan his : unit Montevide (intensitas tekanan / mmHg terhadap frekuensi).
Sifat his pada berbagai fase persalinan
Kala 1 awal (fase laten)
Timbul tiap 10 menit dengan amplitudo 40 mmHg, lama 20-30 detik. Serviks terbuka sampai 3 cm. Frekuensi dan amplitudo terus meningkat.
Kala 1 lanjut (fase aktif) sampai kala 1 akhir
Terjadi peningkatan rasa nyeri, amplitudo makin kuat sampai 60 mmHg, frekuensi 2-4 kali / 10 menit, lama 60-90 detik. Serviks terbuka sampai lengkap (+10cm).
Kala 2
Amplitudo 60 mmHg, frekuensi 3-4 kali / 10 menit. Refleks mengejan terjadi juga akibat stimulasi dari tekanan bagian terbawah janin (pada persalinan normal yaitu kepala) yang menekan anus dan rektum. Tambahan tenaga meneran dari ibu, dengan kontraksi otot-otot dinding abdomen dan diafragma, berusaha untuk mengeluarkan bayi.
Kala 3
Amplitudo 60-80 mmHg, frekuensi kontraksi berkurang, aktifitas uterus menurun. Plasenta dapat lepas spontan dari aktifitas uterus ini, namun dapat juga tetap menempel (retensio) dan memerlukan tindakan aktif (manual aid).
PERSALINAN KALA 1 : FASE PEMATANGAN / PEMBUKAAN SERVIKS
DIMULAI pada waktu serviks membuka karena his : kontraksi uterus yang teratur, makin lama, makin kuat, makin sering, makin terasa nyeri, disertai pengeluaran darah-lendir yang tidak lebih banyak daripada darah haid.
BERAKHIR pada waktu pembukaan serviks telah lengkap (pada periksa dalam, bibir porsio serviks tidak dapat diraba lagi). Selaput ketuban biasanya pecah spontan pada saat akhir kala I.
Fase laten : pembukaan sampai mencapai 3 cm, berlangsung sekitar 8 jam.
Fase aktif : pembukaan dari 3 cm sampai lengkap (+ 10 cm), berlangsung sekitar 6 jam. Fase aktif terbagi atas :
1. fase akselerasi (sekitar 2 jam), pembukaan 3 cm sampai 4
cm.
2. fase dilatasi maksimal (sekitar 2 jam), pembukaan 4 cm
sampai 9 cm.
3. fase deselerasi (sekitar 2 jam), pembukaan 9 cm sampai
lengkap (+ 10 cm).
Peristiwa penting pd persalinan kala 1
1. keluar lendir / darah (bloody show) akibat terlepasnya sumbat mukus (mucous plug) yang selama kehamilan menumpuk di kanalis servikalis, akibat terbukanya vaskular kapiler serviks, dan akibat pergeseran antara selaput ketuban dengan dinding dalam uterus.
2. ostium uteri internum dan eksternum terbuka sehingga serviks menipis dan mendatar.
3. selaput ketuban pecah spontan (beberapa kepustakaan menyebutkan ketuban pecah dini jika terjadi pengeluaran cairan ketuban sebelum pembukaan 5 cm).
Pematangan dan pembukaan serviks (cervical effacement) pada primigravida berbeda dengan pada multipara :
pada primigravida terjadi penipisan serviks lebih dahulu sebelum terjadi pembukaan - pada multipara serviks telah lunak akibat persalinan sebelumnya, sehingga langsung terjadi proses penipisan dan pembukaan
pada primigravida, ostium internum membuka lebih dulu daripada ostium eksternum (inspekulo ostium tampak berbentuk seperti lingkaran kecil di tengah) - pada multipara, ostium internum dan eksternum membuka bersamaan (inspekulo ostium tampak berbentuk seperti garis lebar)
3. periode kala 1 pada primigravida lebih lama (+ 20 jam) dibandingkan multipara (+14 jam) karena pematangan dan
pelunakan serviks pada fase laten pasien primigravida memerlukan waktu lebih lama.
PERSALINAN KALA 2 : FASE PENGELUARAN BAYI
DIMULAI pada saat pembukaan serviks telah lengkap.
BERAKHIR pada saat bayi telah lahir lengkap.
His menjadi lebih kuat, lebih sering, lebih lama, sangat kuat.
Selaput ketuban mungkin juga baru pecah spontan pada awal kala 2.
Peristiwa penting pd persalinan kala 2
1.Bagian terbawah janin (pada persalinan normal : kepala) turun sampai dasar panggul.
2.Ibu timbul perasaan / refleks ingin mengejan yang makin berat.
3. Perineum meregang dan anus membuka (hemoroid fisiologik)
4. Kepala dilahirkan lebih dulu, dengan suboksiput di bawah simfisis (simfisis pubis sebagai sumbu putar / hipomoklion), selanjutnya dilahirkan badan dan anggota badan.
5. Kemungkinan diperlukan pemotongan jaringan perineum untuk memperbesar jalan lahir (episiotomi).
Lama kala 2 pada primigravida + 1.5 jam, multipara + 0.5 jam.
Gerakan utama pengeluaran janin pd persalinan dgn letak belakang kepala
1. Kepala masuk pintu atas panggul : sumbu kepala janin dpt
tegak lurus dengan pintu atas panggul (sinklitismus) atau
miring / m’btk sudut dgn pintu atas panggul (asinklitismua
anterior / posterior).
2. Kepala turun ke dalam rongga panggul, akibat :
1) tekanan langsung dari his dari daerah fundus ke arah
daerah bokong,
2) tekanan dari cairan amnion,
3) kontraksi otot dinding perut dan diafragma (mengejan),
4) badan janin terjadi ekstensi dan menegang.
3.Fleksi : kepala janin fleksi, dagu menempel ke toraks, posisi kepala berubah dari diameter oksipito-frontalis (puncak kepala) menjadi diameter suboksipito- bregmatikus (belakang kepala).
4.Rotasi interna (putaran paksi dalam) : selalu disertai turunnya kepala, putaran ubun-ubun kecil ke arah depan (ke bawah simfisis pubis), membawa kepala melewati distansia interspinarum dengan diameter biparietalis
5. Ekstensi : setelah kepala mencapai vulva, terjadi ekstensi setelah oksiput melewati bawah simfisis pubis bagian posterior. Lahir berturut-turut : oksiput, bregma, dahi, hidung, mulut, dagu.
6.Rotasi eksterna (putaran paksi luar) : kepala berputar kembali sesuai dengan sumbu rotasi tubuh, bahu masuk pintu atas panggul dengan posisi anteroposterior sampai di bawah simfisis, kemudian dilahirkan bahu depan dan bahu belakang.
7. Ekspulsi : setelah bahu lahir, bagian tubuh lainnya akan dikeluarkan dengan mudah. Selanjutnya lahir badan (toraks,abdomen) dan lengan, pinggul / trokanter depan dan belakang, tungkai dan kaki.
PERSALINAN KALA 3 : FASE PENGELUARAN PLASENTA
DIMULAI pada saat bayi telah lahir lengkap.
BERAKHIR dengan lahirnya plasenta.
Kelahiran plasenta : lepasnya plasenta dari insersi pada dinding uterus, serta pengeluaran plasenta dari kavum uteri.
Lepasnya plasenta dari insersinya : mungkin dari sentral (Schultze) ditandai dengan perdarahan baru, atau dari tepi /marginal (Matthews-Duncan) jika tidak disertai perdarahan, atau mungkin juga serempak sentral dan marginal.
Pelepasan plasenta terjadi karena perlekatan plasenta di dinding uterus adalah bersifat adhesi, sehingga pada saat kontraksi mudah lepas dan berdarah.
Pada keadaan normal, kontraksi uterus bertambah keras, fundus setinggi sekitar / di atas pusat.
Plasenta lepas spontan 5-15 menit setelah bayi lahir (jika lepasnya plasenta terjadi sebelum bayi lahir, disebut solusio/abruptio placentae - keadaan gawat darurat obstetrik !!).
KALA 4 : OBSERVASI PASCAPERSALINAN
Sampai dengan 1 jam postpartum, dilakukan observasi 7 pokok
penting yang harus diperhatikan pada kala 4 :
1) kontraksi uterus harus baik,
2) tidak ada perdarahan pervaginam atau dari alat genital lain,
3) plasenta dan selaput ketuban harus sudah lahir lengkap,
4) kandung kencing harus kosong,
5) luka-luka di perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma,
6) resume keadaan umum bayi, dan
7) resume keadaan umum ibu.
Langganan:
Postingan (Atom)
My Savior
HITZ with Me
With Lee Jeong Hoon HITZ
Total Tayangan Halaman
Categories
- IDK III (2)
- Ilmu Dasar Keperawatan (2)
- Info Kesehatan (1)
- Kebutuhan Dasar Manusia (13)
- Keperawatan Keluarga (1)
- Keperawatan Komunitas (6)
- Keperawatan Maternitas (5)
- Konsep Dasar Keperawatan (5)
- NEW DIAGNOSIS (1)
- PENGUMUMAN UNTUK MAHASISWA (4)
- saat otak blank... (1)
- Sistem Hematologi dan Imunologi (2)
- TUGAS DAN HASIL KOREKSI TUGAS MAHASISWA S1 KEPERAWATAN STIKES PANAKKUKANG MAKASSAR (3)
Have a nice dream Siwon Ssi ^_^