Annyeong...!!!
Welcome to my blog...!!!
Semoga bermanfaat...!!!
Kita bakalan share info2 terbaru seputar Film, Drama & Music Korea ^_^
Gamsahamnida...
Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Komunitas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2011

SISTEM PELAYANAN KESEHATAN



Menurut Dubois & Miley (2005 : 317) :

Sistem pelayanan kesehatan merupakan jaringan pelayanan interdisipliner, komprehensif, dan kompleks, terdiri dari aktivitas diagnosis, treatmen, rehabilitasi, pemeliharaan kesehatan dan pencegahan untuk masyarakat pada seluruh kelompok umur dan dalam berbagai keadaan.

Berbagai sistem pelayanan kesehatan meliputi : pelayanan kesehatan masyarakat, rumah sakit-rumah sakit, klinik-klinik medikal, organisasi-organisasi pemeliharaan kesehatan, lembaga kesehatan rumah, perawatan dalam rumah, klinik-klinik kesehatan mental, dan pelayanan-pelayanan rehabilitasi.

Menurut Zastrow (1982 : 319 – 322) :

Pelayanan kesehatan diorganisasi dalam komponen :

Praktek dokter sendiri, kurang disupervisi, hanya bertanggungjawab kepada pasien, relatif terisolasi.

Setting pelayanan rawat jalan berkelompok, seperti balai-balai pengobatan atau klinik-klinik khusus (seperti klinik ginjal, balai pengobatan gigi) atau yang diselenggarakan di perguruan tinggi atau sekolah-sekolah, di pabrik-pabrik, di perusahaan-perusahaan atau tempat-tempat kerja lain.

Setting Rumah sakit

Perawatan dalam rumah


Pelayanan kesehatan masyarakat yang diorganisir dalam berbagai tingkatan : lokal, regional, oleh pemerintah pusat atau nasional, dan internasional.

Umumnya pelayanan kesehatan masyarakat disediakan melalui program-program kesehatan secara lokal, lebih fokus pada promotif dan pencegahan atau upaya perubahan masyarakat dalam mengatasi suatu masalah kesehatan, seperti memberantas penyakit menular.


Menurut Johntson, M. (1988: 7 - 18)

Sistem kesehatan terbagi ke dalam subsitem:

Yang menitikberatkan pada pelayanan kuratif

2) Yang menitikberatkan pada pelayanan promotif dan
preventif

Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia
Sistem Kesehatan Nasional
Untuk menjamin tercapainya tujuan pembangunan kesehatan, diperlukan dukungan Sistem Kesehatan Nasional yang tangguh.
Di Indonesia, Sistem Kesehatan Nasional (SKN) telah ditetapkan pada tahun 1982.
SKN secara terus menerus mengalami perubahan sesuai dengan dinamika masyarakat
Pengertian SKN
Suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjami derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum seperti dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945.
Dari rumusan pengertian di atas, jelaslah SKN tidak hanya menghimpun upaya sektor kesehatan saja melainkan juga upaya dari berbagai sector lainnya termasuk masyarakat dan swasta. Sesungguhnyalah keberhasilan pembangunan kesehatan tidak ditentukan hanya oleh sektor kesehatan saja.

Tujuan SKN
Terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah secara sinergis, berhasil-guna dan berdaya-guna, sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Maksud dan Kegunaan Sistem Kesehatan Nasional
Penyusunan SKN dimaksudkan untuk dapat dipergunakan sebagai landasan, arah dan pedoman penyelenggaraan pembangunan kesehatan baik oleh masyarakat, swasta maupun oleh pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten/kota) serta pihak pihak terkait lainnya.

Indikator pencapaian SKN ditentukan oleh dua determinan
Pertama, status kesehatan yakni yang menunjuk pada tingkat kesehatan yang berhasil dicapai oleh SKN yang dihitung dengan menggunakan disability adjusted life expectancy (DALE).
Kedua, tingkat ketanggapan (responsiveness) system kesehatan yakni yang menunjuk pada kemampuan SKN dalam memenuhi harapan masyarakat tentang bagaimana mereka ingin diperlakukan dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Hasil yang diperoleh untuk indikator ini menempatkan Indonesia pada urutan ke 106 dari 191 negara anggota WHO yang dinilai.

Indikator kinerja SKN ditentukan oleh tiga determinan
Pertama, distribusi tingkat kesehatan di suatu negara ditinjau dari kematian Balita.
Kedua, distribusi ketanggapan (responsiveness) sistem kesehatan ditinjau dari harapan masyarakat.
Ketiga, distribusi pembiayaan kesehatan ditinjau dari penghasilan keluarga. Hasil yang diperoleh untuk indikator ini menempatkan Indonesia pada urutan ke 92 dari 191 negara anggota WHO yang dinilai

Prinsip-Prinsip SKN
Perikemanusiaan
Hak Asasi Manusia
Adil dan Merata
Pemberdayaan dan Kemandirian Masyarakat
Kemitraan
Pengutamaan dan Manfaat
Tata kepemerintahan yang baik

SKN terdiri dari enam subsistem, yakni:
Subsistem Upaya Kesehatan
(kuratif/rehabilitatif, promotif dan pencegahan)
Subsistem Pembiayaan Kesehatan
Subsistem Sumberdaya Manusia Kesehatan
Subsistem Obat dan Perbekalan Kesehatan
Subsistem Pemberdayaan Masyarakat
Subsistem Manajemen Kesehatan
Subsistem Upaya Kesehatan


Subsistem kuratif (di Indonesia) meliputi :
1) Praktek partikelir seorang dokter dan praktek dokter- dokter dalam klinik spesialis yang memiliki laboratorium, alat-alat rotgen dan sebagainya serta melakukan konsultasi bersama.
2) Perawatan kesehatan kelompok, seperti yayasan kesehatan, perawatan kesehatan atau pengobatan yang disediakan perusahaan, pabrik, instansi pemerintah, sekolah atau persatuan perburuhan.
3) Rumah sakit, klinik termasuk balai pengobatan dalam puskesmas dan lembaga-lembaga kesehatan besar.
4) Ahli-ahli farmasi.

Pelayanan kuratif diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta.

Subsistem Upaya Kesehatan
Subsistem promotif dan preventif (di Indonesia) :

Upaya promotif dan preventif yang dilakukan pemerintah antara lain :
1) Program Kesehatan Masyarakat Desa, seperti latihan kader kesehatan, pembentukan dana sehat, penyuluhan kesehatan, penyediaan air bersih, peningkatan kesehatan lingkungan, taman gizi, pemanfaatan pekarangan, pemugaran rumah.
2) Upaya perbaikan gizi keluarga
3) Posyandu yang memberikan pelayanan ; keluarga berencana, gizi, kesehatan ibu dan anak, immunisasi.

Subsistem Upaya Kesehatan
4) Usaha promotif dan preventif yang diselenggarakan dalam pusat kesehatan masyarakat meliputi : pemeliharaan kesehatan ibu dan anak, Keluarga Berencana, pencegahan dan penanggulangan bencana penyakit menular, penyuluhan kesehatan, kebersihan dan kesehatan lingkungan, usaha kesehatan sekolah, perawatan kesehatan jiwa.
Usaha promotif dan preventif yang dilakukan rumah sakit melalui program kesehatan masyarakat.

Pelayanan promotif dan preventif juga dilakukan
oleh badan-badan swasta/organisasi masyarakat.

KEBIJAKAN TENTANG PERAN PEKERJAAN SOSIAL
Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik No. YM 00.03.2.4.603 tentang Penerapan buku Pedoman Pelayanan Rehabilitasi Medik di
Rumah Sakit :
… tim rehabilitasi medik terdiri atas dokter, psikolog, fisioterapi, ortotik prostetik, okupasi terapis, terapis wicara, pekerja sosial medik dan perawat masing-masing dipimpin oleh seseorang kepala pelayanan sesuai dengan profesinya …

Kebijakan Kesehatan Level Internasional
Kebijakan Kesehatan Level Internasional
Kesehatan bagi semua orang (health for all)
Kesehatan merupakan Hak Asasi Manusia
Prinsip-Prinsip Deklarasi Kesehatan Dunia
Kesempatan untuk mencapai taraf kesehatan dan kesejahteraan yang setinggi-tingginya merupakan hak asazi manusia yang mendasar, tanpa membeda-bedakan menurut ras, latar belakang etnis, agama, jenis kelamin, usia, kemampuan, orientasi seksual maupun golongan.

Prinsip Pelayanan Kesehatan Primer yang terpadu dan universal, seperti yang digambarkan dalam Deklarasi Alma Ata tahun 1978, seharusnya menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan kesehatan. Kini, kebutuhan akan pendekatan yang menyetarakan, partisipatif, dan lintas sektoral terhadap masalah kesehatan semakin meningkat.

Pemerintah memiliki tanggung jawab yang penting dalam memastikan bahwa pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan sosial lainnya dapat terjangkau oleh semua orang dan sesuai dengan kebutuhan mereka, bukan berdasarkan kemampuan mereka untuk membayar.
Lanjutan …
Partisipasi rakyat dan organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam penyusunan, penerapan dan pengkajian ulang semua kebijakan dan program kesehatan dan sosial.
Kesehatan terutama ditentukan oleh lingkungan sosial, ekonomi dan politik, dan seharusnya, bersama-sama dengan pembangunan yang berkesinambungan dan merata, menjadi prioritas utama dalam pengambilan kebijakan daerah, negara, maupun internasional.
Untuk mengatasi krisis kesehatan dunia, kita perlu mengambil langkah-langkah pada setiap tingkatan – perorangan, wilayah, nasional, regional dan global – dan di setiap sektor.

KONSEP PENYULUHAN KESEHATAN


DEFENISI
kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan.
TUJUAN
1. Tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku hidup sehat dan lingkungan sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.

2. Terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental dan sosial sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian

3. Menurut WHO tujuan penyuluhan kesehatan adalah untuk merubah perilaku perseorangan dan atau masyarakat dalam bidang kesehatan (Effendy, 1998).

Faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Penyuluhan
Tingkat Pendidikan.
Tingkat Sosial Ekonomi.
Adat Istiadat.
Kepercayaan Masyarakat
Ketersediaan Waktu di Masyarakat

1. Tingkat Pendidikan.
Pendidikan dapat mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap informasi baru yang diterimanya. Maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin mudah seseorang menerima informasi yang didapatnya.

2. Tingkat Sosial Ekonomi.
Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi seseorang, semakin mudah pula dalam menerima informasi baru.
3. Adat Istiadat
Pengaruh dari adat istiadat dalam menerima informasi baru merupakan hal yang tidak dapat diabaikan, karena masyarakat kita masih sangat menghargai dan menganggap sesuatu yang tidak boleh diabaikan.
4. Kepercayaan Masyarakat
Masyarakat lebih memperhatikan informasi yang disampaikan oleh orang–orang yang sudah mereka kenal, karena sudah timbul kepercayaan masyarakat dengan penyampai informasi.
5. Ketersediaan Waktu di Masyarakat.
Waktu penyampaian informasi harus memperhatikan tingkat aktifitas masyarakat untuk menjamin tingkat kehadiran masyarakat dalam penyuluhan.

Metode Penyuluhan
1. Metode Ceramah adalah suatu cara dalam menerangkan dan menjelaskan suatu ide, pengertian atau pesan secara lisan kepada sekelompok sasaran sehingga memperoleh informasi tentang kesehatan.

2. Metode Diskusi Kelompok Adalah pembicaraan yang direncanakan dan telah dipersiapkan tentang suatu topik pembicaraan diantara 5 – 20 peserta (sasaran) dengan seorang pemimpin diskusi yang telah ditunjuk.

3. Metode Curah Pendapat adalah suatu bentuk pemecahan masalah di mana setiap anggota mengusulkan semua kemungkinan pemecahan masalah yang terpikirkan oleh peserta, dan evaluasi atas pendapat tadi dilakukan kemudian.

4. Metode Panel adalah pembicaraan yang telah direncanakan di depan pengunjung atau peserta tentang sebuah topik, diperlukan 3 orang atau lebih panelis dengan seorang pemimpin.

5. Metode Bermain peran adalah memerankan sebuah situasi dalam kehidupan manusia dengan tanpa diadakan latihan, dilakukan oleh dua orang atu lebih untuk dipakai sebagai bahan pemikiran oleh kelompok.

6. Metode Demonstrasi adalah suatu cara untuk menunjukkan pengertian, ide dan prosedur tentang sesuatu hal yang telah dipersiapkan dengan teliti untuk memperlihatkan bagaimana cara melaksanakan suatu tindakan, adegan dengan menggunakan alat peraga. Metode ini digunakan terhadap kelompok yang tidak terlalu besar jumlahnya.

7. Metode Simposium adalah serangkaian ceramah yang diberikan oleh 2 sampai 5 orang dengan topik yang berlebihan tetapi saling berhubungan erat

8. Metode Seminar adalah suatu cara di mana sekelompok orang berkumpul untuk membahas suatu masalah dibawah bimbingan seorang ahli yang menguasai bidangnya.
Media Penyuluhan
Media cetak yaitu suatu media statis dan mengutamakan pesan-pesan visual
Booklet adalah suatu media untuk menyampaikan pesan kesehatan dan bentuk buku, baik tulisan ataupun gambar.
Leaflet adalah suatu bentuk penyampaian informasi melalui lembar yang dilipat. Isi informasi dapat berupa kalimat maupun gambar.

Selebaran adalah suatu bentuk informasi yang berupa kalimat maupun kombinasi.
Flip chart adalah media penyampaian pesan atau informasi kesehatan dalam bentuk lembar balik berisi gambar dan dibaliknya berisi pesan yang berkaitan dengan gambar tersebut.
Rubrik atau tulisan pada surat kabar mengenai bahasan suatu masalah kesehatan.

Poster adalah bentuk media cetak berisi pesan kesehatan yang biasanya ditempel di tempat umum.
Foto yang mengungkap informasi kesehatan yang berfungsi untuk member informasi dan menghibur.

Media Elektronik yaitu suatu media bergerak dan dinamis, dapat dilihat dan didengar dalam menyampaikan pesannya melalui alat bantu elektronika.adapun macam media elektronik:
Televisi
Radio
Video
Slide
Film


Luar ruangan yaitu media yang menyampaikan pesannya di luar ruangan secara umum melalui media cetak dan elektronika secara statis, misal :
Pameran
TV Layar Lebar
Spanduk
Papan Reklame

Langkah Penyuluhan
Mengkaji kebutuhan kesehatan masyarakat.
Menetapkan masalah kesehatan masyarakat.
Memprioritaskan masalah yang terlebih dahulu ditangani melalui penyuluhan kesehatan masyarakat.

Menyusun perencanaan penyuluhan
Menetapkan tujuan
Penentuan sasaran
Menyusun materi / isi penyuluhan
Memilih metoda yang tepat
Menentukan jenis alat peraga yang akan digunakan

Penentuan kriteria evaluasi.
Pelaksanaan penyuluhan
Penilaian hasil penyuluhan
Tindak lanjut dari penyuluhan

SELAMAT MENYULUH THANKS & GB

KONSEP INFEKSI


Defenisi
Infeksi adalah suatu keadaan penyakit akibat dari masuknya kuman pathogen atau mikroorganisme lain ke dalam tubuh atau pada tubuh sehingga menimbulkan gejala.
Infeksi adalah proses invasif oleh mikroorganisme dan berpoliferasi di dalam tubuh yang menyebabkan sakit (Potter & Perry, 2005).

infeksi adalah invasi dan multiplikasi mikroorganisme dalam jaringan tubuh, khususnya yang menimbulkan cedera seluler setempat

Infeksi  adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yg disertai dengan gejala klinis baik lokal maupun sistemik

Tanda klinis local yaitu rubor (kemerahan), kalor (panas), dolor (rasa sakit atau nyeri), tumor (pembengkakkan) dan fungtiolaesa (keterbatasan anggota gerak)

Tanda sistemik yaitu demam, malaise, anoreksia, vomiting, sakit kepala dan diare.
Rantai Infeksi
Adanya mikroorganisme  menyebabkan infeksi (bakteri, jamur, virus, parasit).
Adanya reservoar  tempat patogen mempertahankan hidup (manusia)
Adanya portal of exit / pintu keluar  saluran pernapasan, saluran cerna, kulit, darah, saluran urinarius & saluran urogenital
Cara penularan  kontak langsung, tidak langsung, udara, peralatan & vektor
Adanya portal of entry / pintu masuk  tmpat masuknya kuman (kulit, dinding mukosa, saluran cerna, saluran pernapasan, dll)
Penderita (host) yg rentan  manusia yg mekanisme pertahanan tubuhnya lemah

Tahap2 Proses Infeksi
Periode inkubasi  interval antara masuknya pathogen ke dlm tubuh & munculnya gejala pertama.
Tahap prodromal  interval dari gejala non-spesifik (malaise, demam ringan, keletihan) sampai gejala yg spesifik
Tahap sakit  saat klien memanifestasikan tanda & gejala yg spesifik terhadap jenis infeksi
Pemulihan  interval munculnya gejala akut infeksi sampai penyembuhan (lamanya penyembuhan tergantung pd beratnya infeksi & keadaan umum kesehatan klien)

Sistem pertahanan Terhadap infeksi
Kulit  sebum yg mengandung asam lemak yg mampu membunuh beberapa jenis bakteri
Mulut  saliva membuang partikel yg mengandung mikroorganisme
Saluran pernapasan  silia di jln napas bagian atas menjebak mikroorganisme yg diinhalasi
Saluran urinarius  pembilasan dari aliran urine dpt membuang mikroorganisme yg ada pada saluran urinarius
Sal uran pencernaan  keasaman lambung secara kimia merusak mikroorganisme yg tidak tahan asam

THANKS

KONSEP UMUM PENYAKIT


Sakit
Terganggunya seseorg dlm proses tumbuh kembang fungsi tubuh secara keseluruhan atau sebagian
Terganggunya proses penyesuaian diri manusia
Gangguan fungsi-fungsi tubuh

Penyakit
Perubahan pada individu yang menyebabkan parameter kesehatan berada di bawa garis normal.

Penyakit (disease) adalah suatu bentuk reaksi biologis terhadap suatu organism,benda asing atau luka(injury).Hal ini adalah suatu fonema yang objektif yang ditandai oleh perubahan fungsi-fungsi tubuh sebagai organism biologis

Gangguan dalam fungsi tubuh yang mengakibatkan berkurangnya kapasitas tubuh

Suatu penyakit timbul akibat dari beroperasinya berbagai faktor baik dari agent, host ataupun lingkungan.
Segi tiga epidemiologi
Manusia (Host),
penyebab (Agent)
lingkungan (Environment).

Segi Tiga Epidemiologi
HOST
Semua faktor yang terdapat pada diri manusia yang dapat mempengaruhi timbulnya serta perjalanan penyakit.
Faktor-faktor tersebut banyak macamnya, antara lain : umur, seks, ras dan adat istiadat, genetik, pekerjaan, nutrisi, status kekebalan, gaya hidup dan psikis.

Agent
suatu substansi atau elemen-elemen tertentu yang keadaannya atau ketidakhadirannya dapat menimbulkan atau mempengaruhi perjalanan suatu penyakit

Jenis2 Agent
Biotis:
protozoa,
metazoa,
virus,
bakteri,
jamur

Abiotis:
Nutrien agent
Chemical agent
Physical agent
Physiologis agent
Life style


Penyebab Kausal / Primer
penyebab terjadinya penyakit
unsur ada, blm tentu terjadi penyakit
penyakitPada penyakit tertentu dpt m’jadi unsur penyebab utama

Unsur penyebab Kausal:
Unsur biologis semua yg tergolong makhluk hidup, termasuk mikroorganisme
Unsur Nutrisi  semua golongan zat nutrisi
Unsur Kimiawi  semua unsur dlm bentuk zat kimia => dari dlm tubuh dan dari luar tubuh
Unsur Fisika  yg terjadi melalui proses fisika=> panas, dingin, dll
Unsur Psikis  gangguan jiwa
Unsur Mekanis  Gesekan, benturan, pukulan, dll.

Penyebab Non-Kausal / Sekunder
unsur pembantu/penambah dalam proses kejadian penyakit dan ikut dalam hubungan sebab akibat terjadinya penyakit.

Karakteristik Agen Sekunder
Infektivitas : kesanggupan dari organisme untuk beradaptasi sendiri terhadap lingkungan host untuk mampu tinggal dan berkembang biak dalam jaringan host.
Patogenesitas : kesanggupan organisme untuk menimbulkan suatu reaksi klinik khusus yang patologis setelah terjadinya infeksi pada host yang diserang.
Virulensi : kesanggupan organisme tertentu untuk menghasilkan reaksi patologis yang berat yang mungkin menyebabkan kematian.
Toksisitas : kesanggupan organisme untuk memproduksi reaksi kimia untuk toksis oleh substansi kimia yang dibuatnya.
Invasitas : kemampuan organisme untuk melakukan penetrasi dan menyebar setelah memasuki jaringan.
Antigenisitas: kesanggupan organisme untuk merangsang reaksi imunologis dalam host.

Lingkungan
Unsur lingkungan memegang peranan yang cukup penting dalam menentukan terjadinya sifat karakteristik individu sebagai host dan ikut memegang peranan dalam proses kejadian penyakit.
Klasifikasi Lingkungan
Lingkungan fisik : Bersifat abiotik seperti air, udara, tanah, cuaca, makanan, panas, radiasi, dan lain-lain.
Lingkungan biologis : Bersifat biotik seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, mikroorganisme yang dapat berfungsi sebagai agen penyakit dan hospes perantara
Lingkungan sosial : Berupa kultur, adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, agama, sikap, standar dan gaya hidup, pekerjaan, kehidupan kemasyarakatan, organisasi sosial politik.

Ada 4 kemungkinan gangguan keseimbangan  sakit
Peningkatan kesanggupan agen penyakit, misalnya virulensi kuman bertambah, atau resistensi meningkat.
Peningkatan kepekaan pejamu terhadap penyakit, misalnya karena gizi menurun.

Pergeseran lingkungan yang memungkinkan penyebaran penyakit, misalnya lingkungan yang kotor.


Perubahan lingkungan yang mengubah meningkatkan kerentanan host, misalnya kepadatan penduduk di daerah kumuh.

PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL



PERAWAT
Defenisi
Menurut PERMENKES RI NO.1239 Tahun 2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat, dijelaskan
PERAWAT adalah: Seseorang yang telah lulus pendidikan keperawatan,baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

dikutip oleh Elis, Hartley, 1980
Perawat adalah orang yang mengasuh, merawat dan melindungi, yang merawat orang sakit, luka dan usia lanjut
Florence Nightingale
 peran perawat adalah menjaga pasien mempertahankan kondisi terbaiknya terhadap masalah kesehatan yang menimpa dirinya.


Dalam Surat Keputusan Menteri Negara Perdagangan Aparatur Negara Nomor 94/MENPAN/1986, tanggal 4 Nopember 1986, tenaga perawatan adalah, Pegawai negeri sipil yang berijazah perawatan yang diberi tugas secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pada unit pelayanan kesehatan (rumah sakit, Puskesmas)

Fungsi Perawat
Fungsi Independen
Fungsi dependen
Fungsi interdependen
Kategori Perawat (RUU)
Perawat Vokasional
Perawat Profesional
Perawat Profesional Specialis

KEPERAWATAN
Lokakarya kep.Nas 1983
keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian intregral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif serta ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh siklus kehidupan manusia

4 elemen utama yang menjadi perhatian
1. Keperawatan adalah ilmu dan kiat -sains terapan ( applied science )
2. Keperawatan adalah profesi yang berorientasi pada pelayanan _ helping health illness problem
3. Keperawatan mempunyai empat tingkat klien : individu,keluarga,kelompok, dan komunitas dan
4.Pelayanan Keperawatan mencakup seluruh rentang pelayanan kesehatan


LOKAKARYA NASIONAL tentang KEPERAWATAN bulan JANUARI 1983 di JAKARTA merupakan awal diterimanya KEPERAWATAN SEBAGAI SUATU PROFESI.

Disimpulkan  Keperawatan di Indonesia merupakan pelayanan yang di­berikan secara profesional. Definisi ini juga mempertegas bahwa keperawatan merupakan profesi bukan sekedar pekerjaan atau vokasi

BOLEHKAH PERAWAT MEMBUKA PRAKTEK…????

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN
Defenisi
 norma / penegasan tentang mutu pekerjaan seseorang perawat yang dianggap baik, tepat dan benar yg dirumuskan dan digunakan sebagai pedoman pemberian pelayanan keperawatan serta merupakan tolak ukur penilaian penampilan kerja perawat
Menurut PPNI
praktik keperawatan adalah tindakan pemberian asuhan perawat profesional baik secara mandiri maupun kolaborasi, yang disesuaikan dengan lingkup wewenang dan tanggung jawabnya berdasarkan ilmu keperawatan.
Praktek Kep. profesional
 Tindakan mandiri perawat profesional melalui kerja sama bersifat kolaboratif dengan klien dan dengan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawab.

Ciri-ciri praktek kep. profesional
· Otonomi dalam pekerjaan
· Bertanggung jawab dan bertanggung gugat
· Pengambilan keputusan yang mandiri
· Kolaborasi dengan disiplin lain
· Pemberian pembelaan
· Memfasilitasi kepentingan pasien

Suatu proses dimana perawat terlibat dengan klien, dan melalui kegiatan ini masalah kesehatan klien diidentifikasi dan diatasi
Ciri-ciri atau tanda-tanda profesionalisme keperawatan (Miller)
Peningkatan dasar pengetahuan yang diberikan pada tingkat universitas dan orientasi pengetahuan pada tingkat pascasarjana dan doktor (graduate level) keperawatan.


Perwujudan kompetensi yang berasal dari dasar teori penegakan diagnosa dan penanganan respon manusia terhadap masalah kesehatan baik aktual atau potential (ANA, 1980).
Spesialisasi ketrampilan dan kompetensi yang membatasi keahlian (Miller, 1985).
Profesionalisme Perawat
Para perawat percaya bahwa tenaga profesional dalam bekerja tidak terlepas dari empat esensi profesionalisme yaitu:
Kompetensi,
Standar etik yang tinggi,
Pengetahuan yang memadai
Kasih sayang

Fokus praktik Kep. Profesional
Kesehatan masyarakat
Sasaran => populasi secara menyeluruh
Memandang manusia sebagai makhluk holistik dalam pemberian askep
Tujuan Praktik Kep. Profesional (WHO)
Pencegahan
Peningkatan kesehatan
Perawatan diri
Peningkatan kepercayaan diri

AREA YG HARUS DIPAHAMI UNTUK MENJADI PERAWAT PROFESIONAL
Promosi Kesehatan / Health promotion
Pemeliharaan kesehatan / Health Maintenance
Pemulihan kesehatan / Health Restoration
Perawatan org menjelang ajal
Peningkatan kesehatan (Health promotion).
Dalam kegiatan ini, perawat membantu masyarakat mengembangkan sumber-sumber atau meningkatkan kesejahteraan/kesehatannya. Tujuan kesehatan yang ingin diwujudkan adalah mencapai derajat kesehatan yang optimal. Contoh kegiatan di sini adalah menjelaskan manfaat program latihan bagi pasien.

Pemeliharaan kesehatan (Health Maintenance).
Perawat melakukan aktivitas untuk membantu masyarakat mempertahankan status kesehatannya. Contoh kegiatan di sini adalah mengajarkan atau menganjurkan seorang usia lanjut melakukan latihan untuk mempertahankan kekuatan dan mobilitas otot.

Pemulihan kesehatan (Health restoration).
Perawat membantu pasien meningkatkan kesehatan setelah pasien memiliki masalah kesehatan atau penyakit. Sebagai contoh adalah mengajarkan pasien merawat luka pembedahan atau membantu orang cacat memper­tahankan kekuatan fisik seoptimal yang dapat dilakukan.

Perawatan orang yang menjelang ajal.
Perawat memberikan rasa nyaman dan merawat orang dalam keadaan menjelang ajal. Kegiatan dapat dilakukan di rumah sakit, rumah dan fasilitas kesehatan yang lain.

Keyakinan dasar yg menuntun praktek keperawatan
Pandangan holistik tentang manusia
Falsafah humanistik
Hak setiap org u/ mendapat asuhan keperawatan yg baik
Keperawatan adalah bagian dari pelayanan kesehatan
Klien adalah mitra

Aturan mengenai praktik perawat
Keputusan mentri kesehatan RI No. 647/Menkes/SK/IV/200 diperbaharui dgn keputusan No. 1239 thn 2001 tentang Registrasi dan praktik perawat  Seorang Ners dapat melakukan asuhan keperawatan kepada masyarakat (keluarga) sebagai klien dengan dengan dimilikinya SIPP secara berkelompok atau perorangan

Karena sudah ada aturan ttg praktik keperawatan. Masih diperlukan kah UU???
Tatanan Sist. Praktek Kep.
Mengapa praktik keperawatan perlu diatur melalui UU???
Perlunya UU Keperawatan
Perlindungan terhadap masyarakat
Perlindungan terhadap perawat
Pengendalian ilmu pengetahuan dan teknologi
LEGALITAS KEPERAWATAN

 proses pembuatan undang-undang atau penyempurnaan perangkat hukum yg sudah ada yg mempengaruhi ilmu dan kiat dalam praktek keperawatan
Tujuan Legalitas
Perlindungan kepada masyarakat
Sumber informasi masyarakat ttg pelayanan keperawatan
Memelihara kwalitas pelayanan
Menjamin adanya perlindungan hukum bagi perawat
Memotifasi pengembangan profesi
Meningkatkan profesionalisme

Komponen legalitas
Sertifikasi
Registrasi
Lisensi
1. Sertifikasi
Proses pengakuan terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan (kompetensi) seorg perawat dengan cara pemberian sertifikat atau ijazah

Tujuan sertifikasi
Menyatakan pengetahuan, keterampilan dan perilaku perawat sesuai dengan pendidikan tambahan yg diikutinya
Menetapkan klasifikasi, tingkat dan lingkup praktek operawat sesuai pendidikan
Memenuhi persyaratan registrasi sesuai dengan area praktek keperawatn
2. Registrasi
 Proses pengakuan terhadap kemampuan seorg lulusan pendidikan keperawatan untuk mendapatkan kewenangan dan keabsahan melakukan praktek keperawatan
Register Nurse:
Mengkaji status kesehatan individu dan kelompok
Menegakkan diagnosa keperawatan
Menentukan tujuan untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan
Membuat rencana strategi perawatan
Menyusun intervensi keperawatan untuk mengimplementasikan strategi perawatan
Memberi kewenangan intervensi keperawatan yang dapat dilaksanakan orang lain, dan tidak bertentangan dengan undang-undang

Tujuan registrasi
Menjamin kemampuan perawat untuk melakukan praktek keperawatan
Mempertahankan prosedur penatalaksanaan secara objektif
Mengidentifikasi jumlah dan kwalifikasi perawat yg akan melakukan praktek keperawatan
Mempertahankan proses pemantauan dan pengendalian jumlah dan kwalitas perawat profesional
Lisensi
Proses administrasi yg dilakukan oleh suatu badan independen yg berupa penerbitan surat izin praktek
Tujuan Lisensi
Memberikan kejelasan batas kewenangan tiap kategori tenaga keperawatan u/ melakukan praktek keperawatan
Mengesahkan dan memberikan bukti untuk melakukan praktek keperawatan profesional
Praktik keperawatan (ANA)
Praktik keperawatan  perlakuan terhadap kompensasi pelayanan profesional yang memerlukan pengetahuan khusus tentang ilmu biologi, fisika/ilmu alam, perilaku, psikologi, sosiologi dan teori keperawatan sebagai dasar untuk mengkaji, menegakkan diagnosa, melakukan intervensi, dan evaluasi upaya peningkatan dan pemertahanan kesehatan; penemuan dan pengelolaan masalah kesehatan, cidera, atau kecacatan; pemertahanan fungsi optimal; atau meninggal dengan nyaman.

Lanjut……
Praktik keperawatan tidak terbatas pada administrasi, pendidikan, konseling, supervisi dan evaluasi tetapi juga penanatalaksanaan medis, termasuk pemberian obat dan penanganan sesuai dengan pesanan orang yang sah.
Setiap registered nurse secara langsung mempunyai akuntabilitas dan tanggung jawab terhadap konsumen dalam memberikan perawatan yang berkualitas

1. Perawat Vokasional
seseorang yang mempunyai kewenangan untuk melakukan praktik dengan batasan tertentu
dibawah supervisi langsung maupun tidak langsung oleh Perawat Profesional
Lisenced Vocasional Nurse (LVN)

2. Perawat Profesional
tenaga professional yang mandiri,
bekerja secara otonom dan berkolaborasi dengan yang lain
telah menyelesaikan program pendidikan profesi keperawatan,
telah lulus uji kompetensi perawat profesional yang dilakukan oleh konsil
Registered Nurse (RN)
3. Perawat Profesional Spesialis
seseorang perawat yang disiapkan diatas level perawat profesional
mempunyai kewenangan sebagai spesialis atau kewenangan yang diperluas dan telah lulus uji kompetensi perawat profesional spesialis.



THANKS
GB

Senin, 31 Oktober 2011

KONSEP DASAR PRAKTIK KEPERAWATAN KOMUNITAS


DEFENISI
WHO 1959
Gabungan ketrampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan

American Nursing Association (ANA)
Suatu bagian dari praktik kesehatan masyarakat yang diterapkan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan penduduk.

Badan Kerja Keperawatan Kesehatan Masyarakat
Suatu bidang dalam keperawatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat.

Community Healt Nursing (CHN)
Layanan keperawatan professional yg ditujukan pd masyarakat dgn penekanan kelompok risiko tinggi dlm upaya pencapaian derajat kesehatan optimal

TUJUAN
Meningkatkan kesehatan, penyempurnaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar

Karakteristik konsep keperawatan
Manusia
Kesehatan
Keperawatan
Lingkungan

1. Konsep Manusia
a. Manusia adalah makhluk bio-psiko-sosial dan spiritual yang utuh dan unik
b. Manusia selalu berusaha untuk memahami kebutuhannya melalui berbagai upaya
c. Dimensi manusia sebagai satu kesatuan utuh antara aspek fisik, intelektual, emosional, social-kultural, spiritual dan lingkungan
d. Manusia sebagai sasaran pelayanan atau asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan
e. Sebagai sasaran praktek keperawatan klien dapat dibedakan menjadi individu, keluarga dan masyarakat.

Individu
defenisi
Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi, social dan spiritual.

Peran perawat pada individu
Memenuhi kebutuhan dasar kalien: fisiologi, social, psikologi dan spiritual

keluarga
defenisi
Keluarga =>
- sekelompok individu
- berhubungan erat secara terus menerus
- terjadi interaksi satu sama lain baik secara perorangan maupun secara bersama-sama,.
Lingkup kebutuhan dasar manusia (keluarga) dapat dilihat pada Hirarki Kebutuhan Dasar Maslow

Alasan mengapa keluarga menjadi fokus keperawatan
- Keluarga adalah unit utama dalam masyarakat dan merupakan lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat
- Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan, mencegah, memperbaiki atau mengabaikan masalah kesehatan dalam kelompoknya sendiri.
- Masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan.

masyarakat
defenisi
Kesatuan hidup manusia yang brinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tetentu yang bersifat terus menerus dan terikat oleh suatu indentitas bersama
Ciri-ciri masyarakat
- Interaksi antar warga
- Diatur oleh adat istiadat, norma, hukum dan peraturan yang khas
- Identitas yang kuat mengikat semua warga

2. Konsep kesehatan
defenisi
- Sehat didefinisikan sebagai kemampuan melaksanakan peran dan fungsi dengan efektif
- Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada kreatifitas, konstruktif dan produktif
Faktor-faktor yg mempengaruhi kesehatan
- Keturunan
- Perilaku
- Pelayanan kesehatan
- Lingkungan


3. KEPERAWATAN
Keperwatan
=> bentuk pelayanan professional sebagai
=> bagian integral pelayanan kesehatan
=> berbentuk pelayanan biologi, psikologi, social dan spiritual secara komprehensif,
=>ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia.

Falsafah keperawatan
Keperawatan menganut pandangan yang holistic terhadap manusia yaitu keutuhan sebagai makhluk bio-psiko-sosial-spiritual.
kegiatan keperawatan dilakukan dengan pendekatan humanistic
keperawatan bersifat universal
keperawatan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan
keperawatan menganggap klien sebagai partner aktif
4. LINGKUNGAN
Berfokus pada lingkungan masyarakat
Dapat mempengaruhi status kesehatan manusia
Meliputi lingkungan fisik, psikologis, social budaya dan lingkungan spiritual.

RUANG LINGKUP PRAKTIK KEPERAWATAN KOMUNITAS
meliputi
Promotif
Preventif
Kuratif
Rehabilitatif
Resosialitatif

1. PROMOTIF

Dilakukan dengan cara:
a. Penyuluhan kesehatan
b. Peningkatan gizi
c. Pemeliharaan kesehatan perorangan
d. Pemeliharaan kesehatan lingkungan
e. Olahraga teratur
f. Rekreasi
g. Pendidikan seks

2. preventif
Dilakukan dengan cara:
a. Imunisasi
b. Pemeriksaan kesehatan berkala melalui posyandu, puskesmas dan kunjungan rumah
c. Pemberian vitamin A, Iodium
d. Pemeriksaan dan pemeliharaan kehamilan, nifas dan meyusui

3. Kuratif
Dilakukan melalui
Perawatan orang sakit di rumah
Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut dari Pukesmas atau rumah sakit
Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis
Perawatan payudara
Perawatan tali pusat bayi baru lahir

4. Rehabilitatif
 Meliputi kegiatan:
 Latihan fisik pada penderita kusta, patah tulang dan lain sebagainya
 Fisioterapi pada penderita strooke, batuk efektif pada penderita TBC dll
 5. resosialitatif
 Upaya untuk mengemabalikan penderita ke masyarakat yang karena penyakitnya dikucilkan oleh masyarakat seperti, penderita AIDS, kusta dan wanita tuna susila.

SASARAN DAN FOKUS PRAKTIK KEPERAWATAN KOMUNITAS
 SASARAN
 Individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
 Baik yang sehat atau sakit
 Yang mempunyai masalah kesehatan karena ketidaktahuan, ketidakmauan serta ketidakmampuan.
 Fokus
1. Keluarga yg belum terjangkau pelayanan kesehatan
 Ibu hamil yang belum melakukan ANC
 Ibu nifas yg persalinannya ditolong oleh dukun
 Balita tertentu / gizi buruk
 Penyakit kronis
 Penyakit endemis
 Kecatatan fisik / mental
2. Keluarga dengan resiko tinggi
 Ibu hamil dengan masalah gizi.
 Ibu hamil dengan resiko tinggi lain (perdarahan, hipertensi dan infeksi
 balita dengan BGM
 Neonatus dengan BBLR.
 Usia lanjut jompo.
 Kasus percobaan bunuh diri.
3. Keluarga dengan tindak lanjut perawatan
 Drop out tertentu
 Kasus pasca perawatan
4. Pembinaan kelompok khusus
 Terikat dengan institusi
 Tidak terikat dengan institusi
5. Pembinaan desa masyarakat bermasalah
- daerah endemis
- perumahan kumuh
- daerah pemukiman baru

KEGIATAN PADA PRAKTIK KEPERAWATAN KOMUNITAS
 Memberikan asuhan keperawatan individu, keluarga dan kelompok khusus melalui home care.
 Penyuluhan kesehatan
 Konsultasi
 Bimbingan
 Melaksanakan rujukan
 Penemuan kasus
 Sebagai penghubung antara masyarakat dengan unit kesehatan
 Melaksanakan asuhan keperawatan komunitas
 Melakukan koordinasi dalam berbagai kegiatan asuhan keperawatan komunitas
 Kerjasama lintas program dan lintas sektoral
 Memberikan teladan
 Ikut serta dalam penelitian
PRINSIP DASAR DALAM KEPERAWATAN KOMUNITAS
 Keluarga adalah unit utama
 Sasaran => Individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
 Bekerja dengan masyarakat bukan bkerja untuk masyarakat.
 Penekanan pada upaya pomotif dan preventif dengan tidak melupakan upaya kuratif dan rehabilitatif.
 Dasar utama menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang dituangkan dalam proses keperawatan.
 Kegiatan utama di masyarakat dan bukan di rumah sakit.
 Pasien adalah masyarakat secara keseluruhan baik yang sakit maupun yang sehat.
 Perawatan kesehatan masyarakat ditekankan kepada pembinaan perilaku hidup sehat masyarakat.
 Tujuan => meningkatkan fungsi kehidupan => meningkatkan derajat kesehatan seoptimal mungkin.
 Bekerja secara team.
 Kegiatan => meningkatkan kesehatan, pencegahan penyakit, melayani masyarakat yang sehat atau yang sakit, penduduk sakit yang tidak berobat ke puskesmas, pasien yang baru kembali dari rumah sakit.
 Home visite sangat penting.
 Pendidikan kesehatan merupakan kegiatan utama.
 Pelayanan perawatan kesehatan masyarakan harus mengacu pada sistem pelayanan kesehatan yang ada.
 Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan di institusi pelayanan kesehatan yaitu puskesmas, institusi seperti sekolah, panti, dan lainnya dimana keluarga sebagai unit pelayanan.
THANKS
&
GOD BLESS