Annyeong...!!!
Welcome to my blog...!!!
Semoga bermanfaat...!!!
Kita bakalan share info2 terbaru seputar Film, Drama & Music Korea ^_^
Gamsahamnida...
Loading...

Kamis, 14 Oktober 2010

PERSONAL HYGIENE

PERSONAL HYGIENE
Ns. Kristamuliana, S.Kep.
Bagian KDM
STIKES ST. Fatimah Mamuju

Defenisi
Personal Hygiene => perawatan diri => Mandi, toileting (BAB & BAK), kebersihan tubuh secara umum & berhias

Personal Hygiene
Kebutuhan dasar manusia yg harus senantiasa terpenuhi
Tindakan pencegahan primer yang spesifik => meminimalkan pintu masuk mikroorganisme => mencegah terjadinya penyakit
Tujuan
Kenyamanan
Keamanan
Kesehatan

PH: langkah awal mewujudkan kesehatan diri
PH yg kurang baik=> memudahkan tubuh terserang penyakit: penyakit kulit, infeksi, penyakit mulut, penyakit saluran cerna
FAKTOR2 YG M’PENGARUHI PRAKTEK KEBERSIHAN INDIVIDU
Budaya
Pengetahuan
Lingkungan pekerjaan & lingkungan keluarga
Ekonomi
Body image / citra tubuh
Pilihan pribadi
Kondisi fisik

KULIT
Organ terbesar manusia
3 lapisan (epidermis, dermis & hipodermis)
Fungsi kulit:
Melindungi jaringan dibawahnya dari cedera
Mengatur suhu tubuh
Menghasilkan minyak
Mentransmisikan sensasi melalui reseptor syaraf
Menghasilkan & mengabsorbsi vit. D.
TIPE-TIPE KULIT
Bayi: lebih tipis dan kemerahan, kelenjar keringat mulai berfungsi pada saat bayi berumur 1 tahun
Anak: kulit mulai menebal sehingga lebih resisten terhadap cedera dan infeksi
Remaja: kelenjar sebasea meningkat => peningkatan hormon => jerawat
Lanjutan…
Dewasa: kulit semakin menebal, resistensi terhadap infeksi dan cedera semakin tinggi
Lansia: kulit menjadi lebih tipis, kering, tidak elastis dan keriput
MASALAH PADA KULIT
Kulit kering => kekurangan cairan
Jerawat => inflamasi, erupsi, papulopostural.




Hirsutisme: pertumbuhan rambut yg berlebihan
Eritema: akibat paparan sinar matahari
Dermatitis: inflamasi kulit => letusan eritema, pruritus, nyeri dan lesi bersisik
DERMATITIS

Abrasi: cedera pd kulit & membran mukosa



PENGKAJIAN
Kaji kemampuan klien mentoleransi prosedur hygienes
Kaji kemampuan klien melakukan perawatan diri
Kaji fisik kulit: inspeksi & palpasi
Kaji (observasi) warna, tekstur, turgor, suhu, hidrasi
DIAGNOSA
Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan:
Tekanan
Imobilisasi
Terpapar zat kimia yang mengiritasi
Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan
Imobilisasi
Insufisiensi vaskular
Asupan nutrisi tidak adekuat


Defisit perawatan diri berhubungan dengan
Nyeri
Imobilisasi
Kelemahan muskuloskeletal
Kerusakan integritas jaringan berhubunagn dengan
perubahan sirkulasi
Defisit nutrisi
Iritasi mekanik
PERENCANAAN / INTERVENSI
Tujuan:
klien mampu mempertahankan atau meningkatkan kebersihan kulit
Mempertahankan sirkulasi darah ke kulit
Mempertahankan sensasi yg baik

Rencana tindakan / Intervensi:
Memandikan klien
Ubah posisi secara teratur
Pakaikan lotion
Lakukan perawatan kulit dan perineal
Berikan pijatan punggung
Ajarkan klien ttg praktek kebersihan yg tepat
Terapi u/ mencegah lesi kulit
Perbaiki status nutrisi & cairan
Cegah maslaha yg berhubungan dengan mobilisasi
IMPLEMENTASI / PELAKSANAAN
Implementasi keperawatan dilakukan sesuai dengan intervensi dan kasus
Melaksanakan tindakan2 yg ada pada intervensi sesuai dengan kebutuhan klien

Contoh:
Memandikan klien
Melakukan perawatan perineum
EVALUASI
Perawat mengevaluasi keberhasilan tindakan
Jika tidak berhasil tindakan harus diubah
Tindakan evaluasi:
Memeriksa permukaan kulit setelah dibersihkan
Menanyakan klien ttg tingkat kenyamanan setelah dilakukan tindakan
Menobservasi inisyatif & bantuan klien dldm aktifitas mandi
Observasi jika klien bertanya mengenai perawatan dirinya
KAKI & KUKU
Permasalahannya sering disebabkan oleh:
Salah pemotongan kuku
Alas kaki terlalu sempit
Terpapar dgn zat kimia
Masalah pada Kaki
Kalus: bagian epidermis mengeras, <= tekanan lokal, tdk berasa nyeri Katimumul: t’jadi pd are kaki & penonjolan tulang Lanjutan… Plantar wart: luka menjamur pada tumit kaki Tinea pedis: infeksi jamur, t’jd pada ruas jari kaki & tumit Fissura: kulit keing & pecah2 pd ruas2 jari kaki Lanjutan… Ingrown toenail: salah pemotongan kuku => nyeri

PENGKAJIAN
Kaji permukaan kulit, bentuk, ukuran dan jumlah jari, bentuk kaki & kondisi jari kaki
Inspeksi adanya luka atau tumit yg pecah2
Kaji gaya berjalan klien
DIAGNOSA
Nyeri b/d
Pembentukan kalus
Kuku tumbuh ke dlm
Hambatan mobilitas fisik b/d luka kaki yg menyakitkan
Kerusakan integritas kulit b/d
Kerusakan perfusi arteri
Pemotongan kuku yg slh
Friksi sepatu
Cedera kuku

Defisit perawatan diri b/d
Gangguan penglihatan
Kerusakan koordinasi tangan
Resiko kerusakan integrutas kulit b/d
Perubahan perfusi jaringan perifer
Alas kaki yang tidak tepat

INTERVENSI
Tujuan:
Klien berpartisipasi dlm perawatan diri
Menunjukkan kebersihan
Mempertahankan integritas kulit
Mencegah infeksi
Mempertahankan perfusi jaringan perifer

Intervensi:
Pencucian
Pengompresan
perendaman


Kriteria hasil:
Kulit hangat, lembab, le,but, halus dan berwarna pink
Klien melakukan perawatan kaki & kuku dgn benar
Klien menyatakan nyeri & ketidaknyamanan berkurang saat berjalan
IMPLEMENTASI
Implementasi dilakukan berdasarkan kasus & sesuai dgn intervensi
Contoh:
Mencuci kaki setiap hari & keringkan
Memandikan klien
dst
EVALUASI
Keberhasilan intervensi
Mengubah intervensi jika tidak berhasil
MULUT
Mukosa mulut normal: pink & basah
Hygiegune mulut => kesehatan mulut, gigi, gusi & bibir
Masalah pada mulut:
Karies gigi => lubang
Plak => transparan yg melekat pd gigi
Penyakit periodental=> kerusakan pd jaringan gigi
Halitosis => bau nafas => makanan tertentu & infeksi
Lanjutan….
Keilosisi => bibir retak => salivasi, nafas mulut, defisiensi riboflavin
Stomatotitis => sariawan => tembakau, defisiensi vitamin, infeksi bakteri & virus, kemoterapi
Glositis => peradangan lidah => infeksi, cedera, luka bakar & gigitan
Gingginvitis => peradangan gusi => defisiensi vitamin, DM, hygiene mulut yg buruk

PENGKAJIAN
Riwayat keperawatan => kunjungan ke dokter
Kemampuan perawatan diri
Masalah mulut yg pernah dialami
Pola makan, pilihan makanan & praktek hygiene
Pemeriksaan fisik:
Bibir, gusi, mukosa bucal / bibir, lidah, langit2
Lihat warna, hidrasi tekstur & adanya luka

DIAGNOSA
Perubahan membrane mukosa mulut b/d
Trauma oral
Asupan cairan terbatas
Hygiene mulut tdk efektif
Nyeri b/d
Ginggivitis
Kehilangan gigi
Glositis
stomatotitis

Lanjutan…
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d
Gigi palsu yg tdk pas
Gingivitis, dll
Defisit perawatan hygiene oral b/d
Perubahan tingkat kesadaran
Kelemahan ektremitas atas
INTERVENSI
Tujuan:
Klien mmpu menunjukkan kebersihan oral
Mendemonstrasikan kebersihan oral yg optimal
Mengidentifikasi penyebab perubahan membran mukosa
Tidak ada inflamasi
Gusi lembab, kuat & tidak berdarah
Lidah lembab tanpa inflamasi
Bibir lembab & halus
Tidak ada ketidaknyamanan oral

Tindakan: (interv/implem)
Gosok gigi
Berkurmur
Irigasi oral
Kurangi makanan manis
u/pasien tidak sdr, perawat membantu melakukan oral care

EVALUASI
Mengevaluasi keberhasilan intervensi
mengubah intervensi yg tidak berhasil
RAMBUT
Masalah pada rambut:
Ketombe: pelepasan kulit kepala yg disertai dgn rasa gatal
Alopesia: rambut rontok
Pedicolusis capitis: kutu rambut kepala
Pedicolusis corporis: kutu badan / ketiak
Pedicolusisi pedis: kutu genital
Pengkajian
Perawatan rambut yg biasa dilakukan
Kemampuan melakukan perawatan diri
Dst…
Diagnosa
Defisit perawatan perawatan diri b/d
Perubahan tingkat kesadaran
immobilisasi
Kerusakan integritas kulit b/d laserasi kulit kepala, gigitan serangga
Gangguan citra tubuh b/d penampilan fisik
Resiko infeksi b/d laserasi kulit, gigitan serangga
Intervensi
Tujuan:
Klien memiliki rambut, kulit kepala yg bersih & sehat
Klien mencapai rasa nyaman & harga diri
Klien berpartisipasi dlm perawatan rambut
Implementasi
Melakukan perawatn rambut: menyikat, menyisir, keramas & mencukur)
Evaluasi
Keberhasilan intervensi: meminta klien mendemonstrasikan praktek perawatan rambut
Mengubah intervensi yg tidak berhasil
Ns. Krista   