Annyeong...!!!
Welcome to my blog...!!!
Semoga bermanfaat...!!!
Kita bakalan share info2 terbaru seputar Film, Drama & Music Korea ^_^
Gamsahamnida...

Kamis, 14 Oktober 2010

KEB. ELIMINASI

KEB. ELIMINASI
Ns. Kristamuliana, S.Kep.

defenisi
Eliminasi => pembuangan sisa2 metabolisme u/ mempertahankan homeostasis
Eliminasi :
Eliminasi Urine (BAK)
Eliminasi Fekal (BAB)
Eliminasi urine (miksi)
Anatomi fisiologi ginjal
Ginjal berbentuk seperti kacang merah & terletak di retroperitoneal, di sebelah kiri & kanan vertebra
Ginjal kanan sedikit lebih rendah drpd ginjal kiri krna hati menduduki ruang di sebelah kanan lebih luas


Unit fungsional dr ginjal <= Nefron Nefron => kapsula Bowman (glomerulus) & tubulus
Lanjutan…
Fungsi:
Mempertahankan air dan osmolalitas yg normal u/ tubuh
Mempertahankan elektrolit utama dari cairan tubuh terutama ion Na, Ka, Bikarbonat, chlorida dan Hidrogen
Mengeluarkan kelebihan air & elektrolit
Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh

Proses pembentukan urine
Filtrasi
Terjadi di glomelurus
Sekitar 25% darah yg dipompakan dr ventrikel kiri pd setiap siklus jantung di alirkan ke ginjal melalui arteri renalis untuk proses filtrasi
Semua plasma dan komponen lainnya akan difiltrasi kecuali yg berukuran besar seperti protein & sel darah.

Reabsorbsi
Cairan yg telah difiltrasi kemudian mengalir ke tubulus renalis
Bahan2 yg diperlukan oleh tubuh diserap kembali dan menyisahkan bahan2 yg tdk diperlukan lg oleh tubuh
Sel2 tubulus proksimal mensekresi urea, kreatinin, hidrogen & amonia ke dlm urine (fiktrat), shgga pd ansa henle konsentrasi urine meningkat
Selanjutnya urine melewati tubulus distal & msk ke tubulus kolektivus




Ekskresi
Di tubulus distal terjadi penambahan zat lain yg tidak digunakan
Terjadi reabsorbsi bahan aktif
Terbentuk urine sesungguhnya (tidak ada lg glukosa & protein lainnya
Dialirkan ke tubulus kolektivus ke pelvis renalis

Kapsula Bowman (glomerulus) => tubulus proksimal => ansa Henle => tubulus distal => tubulus kolektivus
Proses miksi
Pelvis renalis == ureter  vesica urinaria (250cc urine) terjadi distensi =>rangsangan urine pd strecth reseptor (dinding vesica urinaria) => kontraksi dinding vesica urinaria => Relaksasi sphicter interna & eksterna => pengosongan kandung kemih => urine dialirkan melalui uretra



Ciri-ciri urine normal
Jernih / bening bila dibiarkan lama akan menjadi keruh
Warna dipengaruhi oleh diet, obat2an (normalnya kuning)
Bau khas urine, bila dibiarkan akan berbau seperti amonia
Berat jenis urine 1,015 – 1,020
pH urine: 4,5 – 7,5
Faktor2 yg m’pengaruhi eliminasi urine
Pertumbuhan & perkembangan
Faktor psikologis
Asupan cairan & makanan
Medikasi
Tonus otot & aktivitas
Kondisi patologis
Pembedahan & pemeriksaan diagnostik
Masalah-masalah pd eliminasi urine
Retensi urine
Ketidakmampuan berkemih
Retensi urina akut => ketidakmampuan berkemih tiba2, vesica urinaria nyeri
Retensi urine kronik => vesica urinaria membesar, penuh, tidak nyeri & tidak ada kesulitan berkemih => tidak mampu mengosonggkan kandung kemih
Lanjutan…
Inkontinensia urine
Pengeluaran urine yg tidak terkontrol
Disebabkan oleh ketidaksanggupan sementara oleh sphincter eksterna u/ mengontrol keluarnya urine
Tipe2 inkontinensia urine
Fungsional: tdk mampu memprediksi keluarnya urine => gangguan fisik & mental atau faktor lingkungaan
Refleks / overflow: vesica urinaria yg penuh tp tidak dirasakan krna otot detrusor lemah => diabetes, cedera sumsum tlg, sumbatan pd uretra
Stress: peningkatan tekanan abdominal => batuk, bersin, tertawa

Urge: rasa ingin miksi diakibatkan oleh otot detrusor tdk stabil, tidak mampu memprediksi wktu miksi
Total: keluarnya urine yg tdk dpt diprediksi: injury sphincter (laki2), injury otot perineal pd wanita, atau krna kerusakan neurologis
Vesikovaginalis
urethrovaginalis

Asuhan keperawatan klien dgn gangguan sistem eliminasi urine
1. pengkajian
Yg perlu dikaji:
Turgor kulit
Mukosa mulut
Palpasi ginjal (nyeri atau tidak)
Karakteristik urine
2. diagnosa
Nyeri b/d
Inflasmasi uretra
Obstruksi uretra
Inkontinensia fungsional b/d
Terapi diuretik
Psikologis, kerusakan pandangan, kerusakan kognisi
Keterbatasan mobilitas, neuromuskular
Perubahan faktor lingkungan


Inkontinensia refleks b/d
Disfungsi neurologi
Kerusakan jaringan krna anestesi
Inkontinensia stres b/d
Peningkatan tek intraabdominal
Kelemahan otot panggul
Distensi berlebih
Inkontinensia total b/d
Kerusakan neurologi
Penyakit yg berpengaruh trhadap medula spinalis
Adanya fistula
neuropati

Inkontinensia urgen b/d
Obstruksi leher kandung kemih
Alkohol / caffein
Konsistensi urin
Penurunan daya tampung vesica urinaria
intervensi
Tujuan: klien mempertahankan & mengembalikan pola eliminasi urine pd kondisi normal.
implementasi
Mempertahankan eliminasi urine normal
Managemen inkontinensia urine
Managemen retensi urine
Kateterisasi urine
evaluasi
Mengevaluasi keberhasilan intervensi
Mengubah rencana jika tidak berhasil
Istilah2 perkemihan
Poliuri / diuresis: peningkatan produksi urine oleh ginjal
Polimiksi: peningkatan frekwensih berkemih
Oliguri: penurunan produksi urine (krg dr 500 ml/hari)
Anuri: produksi urine kurg dr 100 ml / hari)
Urgensi: perasaan ingin berkemih
Disuria: nyeri saat berkemih
Hematuri: urine mengandung darah
Nokturia: sering berkemih pd mlm hari


Thanks   